![]() |
KATA PENGANTAR
Puji
syukur saya ucapkan kepada Tuhan yang Maha Esa karena berkat rahmat dan kemurahanNya,
saya dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini sesuai dengan harapan.
Makalah ini saya buat dalam rangka memperdalam pemahaman tentang “JARINGAN
KOMPUTER” sehingga nantinya dapat bermanfaat bagi kita semua.
Tak
lupa saya mengucapkan terima kasih kepada bapak sebagai dosen, yang telah
memberikan dorongan,motivasi,bimbingan,arahan dan saran yang telah diberikan
sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik.
Saya
juga menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan
dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik serta
saran yang membangun guna menyempurnakan makalah ini dan dapat menjadi acuan
dalam menyusun makalah-makalah atau tugas-tugas selanjutnya.
Saya
juga memohon maaf apabila dalam penulisan dan penyusunan makalah ini
terdapat kesalahan baik dalam pengetikan dan kalimat serta kekeliruan
bahasa, sehingga membingungkan pembaca dalam memahami maksud dan tujuan
penulis.
Penyusun :
Martinus Waruwu
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR
……………………………………………………….
DAFTAR ISI
…………………………………………………………………
Bab 1.
PENDAHULUAN
……………….………………………….……………….. 1
1.1 Pengertian jaringan computer
…………………………………......... 1
1,1.1 Peer to peer
……………………………………………….……. 2
1,1.2 Client – Server
…………………………………..…………...…. 2
1,1.3 Kelebihan jaringan peer to
peer ………………………….….....… 3
1,1.4 Kekurangan jaringan peer to
peer ……………………..….....…… 3
1,1.5 Kelebihan jaringan client
server …………………………......……. 3
1,1.6 Kekurangan jaringan client
server ……………………….......……. 3
Bab 2.
JARINGAN COMPUTER
DAN SYSTEM TERDISTRIBUSI .……...……… 4
1.2 Jaringan computer
…………………………………………....…….. 4
Bab 3.
SEJARAH JARIJGAN
DAN INTERNET ………………….…………...…… 6
1.3 Sejarah jaringan internet
…………………………………......…….. 6
1,3.1 Jaringan computer
……………………………………….....……. 6
1,3.2 Sejarah singkat internet dan
web …………………….......….…..... 6
Bab 4.
TUJUAN /MANFAAT
JARINGAN COMPUTER ……………….....………… 8
1.4 Tujuan/manfaat jaringan computer
…………………….........……….. 8
Bab 5.
MASALAH-MASALAH
SOSIAL YANG DITIMBULKAN JARINGAN KOMPUTER (INTERNET)………………………………………………………..………… 9
1.5 Masalah-Masalah Sosial Yang
Ditimbulkan Jaringan Komputer
(Internet)……………………………………………………....……….. 9
Bab
6.
JENIS-JENIS
JARINGAN …………………………………………...………. 9
1.6 Jenis-Jenis Jaringan
………………………………………......……. 9
1,6.1 Lokal area network (LAN)
…………………………......………… 9
1,6.2 Metropolitan area network
(MAN) ……………….......…………. 9
1,6.3 Wide area network (WAN)
………………………......……….… 10
Bab 7.
DEFENISI JARINGAN
KOMPUTER …………………………...………….. 10
1.2 Manfaat jaringan computer
…………………………........………….. 11
1,2.1 Jaringan untuk
perusahaan/organisasi ……….……..........………… 11
1,2.2 Jaringan untuk umum
………………………………........……….. 12
1,2.3 Masalah social jaringan
………………………….......…….…….. 13
Bab 8.
DASAR JARINGAN
…………………………………………....…………….. 13
2.2 Jenis-jenis jaringan computer
………………………........……….… 14
1. Lokal area network
(LAN) ………………….......……..…… 17
2. Metropolitan area
network (MAN) …….…….......………… 20
3. Wide area network
(WAN) ………………….......………….. 21
3.3 Topologi jaringan …………………………………….......………… 22
1 Star network (jaringan
bintang) ……………….........………… 23
2. Ring network
(jaringan cincin) ………………..........………… 24
3. Tree network
(Jaringan pohon) …….……….........………….. 25
4. Bus network
konfigurasi ……………………........………….. 27
5. Topologi jala atau
topologi mesh …………….........……………. 28
Bab 9.
A.
Kesimpulan
………………………………………......……………… 31
B.
Saran
…………………………………………….....……………….. 31
DAFTAR PUSTAKA
……………………..…………………......………………. 32
BAB 1
PENDAHULUAN
Tiga abad sebelum sekarang, masing-masing ditandai
dengan dominasi yang berbeda. Abad ke-18 didominasi oleh perkembangan sistem
mekanik yang mengiringi revolusi industri. Abad ke-19 merupakan jaman mesin
uap. Abad ke-20, teknologi radio, tv dan komputer memegang peranan untuk
pengumpulan, pengolahan dan media distribusi informasi. Abad ke-21 saat ini
atau era-informasi, dimana teknologi jaringan komputer global yang mampu
menjangkau seluruh wilayah dunia, pengembangan sistem dan teknologi yang
digunakan, penyebaran informasi melalui media internet, peluncuran
satelit-satelit komunikasi dan perangkat komunikasi wireless/selular menandai
awal abad millenium.
Sejak
me-masyarakat-nya internet dan dipasarkannya sistem operasi Windows95 oleh
Microsoft Inc., menghubungkan beberapa komputer baik komputer pribadi (PC)
maupun server dengan sebuah jaringan dari jenis LAN (Local Area Network)
sampai WAN (Wide Area Network) menjadi sebuah hal yang mudah dan
biasa. Demikian pula dengan konsep “downsizing” maupun “lightsizing” yang
bertujuan menekan anggaran belanja (efisiensi anggaran) khususnya peralatan
komputer, maka kebutuhan akan sebuah jaringan komputer merupakan satu hal yang
tidak bisa terelakkan.
1.1 Pengertian Jaringan Komputer
Jaringan
komputer adalah ”interkoneksi” antara 2 komputer autonomous atau
lebih, yang terhubung dengan media transmisi kabel atau tanpa kabel (wireless).
Autonomous
adalah apabila sebuah komputer tidak melakukan kontrol terhadap komputer lain
dengan akses penuh, sehingga dapat membuat komputer lain, restart, shutdows,
kehilangan file atau kerusakan sistem.
Dalam
defenisi networking yang lain autonomous dijelaskan sebagai jaringan yang
independent dengan manajemen sistem sendiri (punya admin sendiri), memiliki
topologi jaringan, hardware dan software sendiri, dan dikoneksikan dengan
jaringan autonomous yang lain. (Internet merupakan contoh kumpulan jaringan
autonomous yang sangat besar.)Dua unit komputer dikatakan terkoneksi apabila
keduanya bisa saling bertukar data/informasi, resource yang dimiliki, seperti:
file, printer, media penyimpanan (hardisk, floppy disk, cd-rom, flash disk, dll).
Data yang berupa teks, audio maupun video, bergerak melalui media kabel atau
tanpa kabel (wireless) sehingga memungkinkan pengguna komputer dalam jaringan
komputer dapat saling bertukar file/data, mencetak pada printer
yang sama dan menggunakan hardware/software yang terhubung dalam jaringan
bersama-sama
Tiap
komputer, printer atau periferal yang terhubung dalam jaringan
disebut dengan ”node”. Sebuah jaringan komputer sekurang-kurangnya terdiri
dari dua unit komputer atau lebih, dapat berjumlah puluhan komputer, ribuan
atau bahkan jutaan node yang saling terhubung satu sama lain.
Didalam jaringan
komputer dikenal sistem koneksi antar node (komputer), yakni:
1.1.1 Peer to peer
Peer
artinya rekan sekerja. Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yang
terdiri dari beberapa komputer, terhubung langsung dengan kabel crossover atau
wireless atau juga dengan perantara hub/switch.
Komputer
pada jaringan peer to peer ini biasanya berjumlah sedikit dengan 1-2 printer.
Untuk penggunaan khusus, seperti laboratorium komputer, riset dan beberapa hal
lain, maka model peer to peer ini bisa saja dikembangkan untuk koneksi lebih
dari 10 hingga 100 komputer.
Peer
to peer adalah suatu model dimana tiap PC dapat memakai resource pada PC lain
atau memberikan resourcenya untuk dipakai PC lain, Tidak ada yang
bertindak sebagai server yang mengatur sistem komunikasi dan penggunaan
resource komputer yang terdapat dijaringan, dengan kata lain setiap komputer
dapat berfungsi sebagai client maupun server pada periode yang sama.
Misalnya
terdapat beberapa unit komputer dalam satu departemen, diberi nama group sesuai
dengan departemen yang bersangkutan. Masing-masing komputer diberi alamat IP
dari satu kelas IP yang sama agar bisa saling sharing untuk bertukar data atau
resource yang dimiliki komputer masing-masing, seperti printer, cdrom, file dan
lain-lain.
1.1.2 Client – Server
Client
Server merupakan model jaringan yang menggunakan satu atau beberapa komputer
sebagai server yang memberikan resource-nya kepada komputer lain (client) dalam
jaringan, server akan mengatur mekanisme akses resource yang boleh digunakan,
serta mekanisme komunikasi antar node dalam jaringan.
Selain
pada jaringan lokal, sistem ini bisa juga diterapkan dengan teknologi internet.
Dimana ada suatu unit komputer) berfungsi sebagai server yang hanya memberikan
pelayanan bagi komputer lain, dan client yang juga hanya meminta layanan dari
server. Akses dilakukan secara transparan dari client dengan melakukan login
terlebih dulu ke server yang dituju.
Client
hanya bisa menggunakan resource yang disediakan server sesuai dengan otoritas
yang diberikan oleh administrator. Aplikasi yang dijalankan pada sisi client,
bisa saja merupakan resource yang tersedia di server. namun hanya bisa
dijalankan setelah terkoneksi ke server. Pada implementasi software splikasi
yang di-install disisi client berbeda dengan yang digunakan di server.
Jenis layanan
Client-Server antara lain :
v File Server :
memberikan layanan fungsi pengelolaan file.
v Print Server :
memberikan layanan fungsi pencetakan.
v Database Server :
proses-proses fungsional mengenai database dijalankan pada mesin ini dan
stasiun lain dapat
minta pelayanan.
v DIP (Document Information Processing) : memberikan pelayanan fungsi penyimpanan, manajemen
dan
pengambilan data.
1.1.3 Kelebihan
jaringan peer to peer
ü
Implementasinya murah dan mudah
ü
Tidak memerlukan software administrasi jaringan yang khusus
ü
Tidak memerlukan administrator jaringan
1.1.4 Kekurangan jaringan
peer to peer
ü
Jaringan tidak bisa terlalu besar (tidak bisa memperbesar jaringan)
ü
Tingkat keamanan rendah
ü
Tidak ada yang memanajemen jaringan
ü
Pengguna komputer jaringan harus terlatih mengamankan komputer masing-masing
ü
Semakin banyak mesin yang disharing, akan mempengaruhi kinerja komputer
1.1.5 Kelebihan
jaringan client server
ü Mendukung keamanan jaringan yang lebih
baik
ü Kemudahan administrasi ketika jaringan
bertambah besar
ü Manajemen jaringan terpusat
ü Semua data bisa disimpan dan di backup
terpusat di satu lokasi
1.1.6 Kekurangan
jaringan client server
ü
Butuh administrator jaringan yang profesional
ü
Butuh perangkat bagus untuk digunakan sebagai komputer server
ü
Butuh software tool operasional untuk mempermudah manajemen jaringan
ü
Anggaran untuk manajemen jaringan menjadi besar
ü
Bila server down, semua data dan resource diserver tidak bisa diakses
BAB 2
JARINGAN KOMPUTER DAN SISTEM TERDISTRIBUSI
1.2 Jaringan Komputer dan Sistem Terdistribusi
Sebelum
jaringan komputer popular, user komputer pernah mengenal sistem terdistribusi.
Terdapat hal yang cukup membingungkan dalam pemakaian istilah jaringan komputer
dan sistem terdistribusi (distributed system). Persamaannya adalah keduanya
merupakan sekumpulan komputer yang saling terkoneksi dengan dengan media
transmisi yang relatif tidak jauh berbeda, sama-sama harus memindahkan file.
Perbedaan yang lebih spesifik antara Jaringan Komputer dan Sistem Distribusi
sbb:
Tabel 1.1.
Perbedaan Jaringan Komputer & Sistem Terdistribusi
JARINGAN KOMPUTER
|
SISTEM TERDISTRIBUSI
|
Komputer yang terhubung
merupakan gabungan yang terdiri dari beberapa workstation atau juga gabungan
komputer server dan client
|
Komputer yang terhubung terdiri
dari host (komputer utama) dan terminal-terminal (komputer yang terhubung
dengan komputer host)
|
Beberapa komputer terhubung agar
dapat sharing, namun tiap pekerjaan ditangani sendiri sendiri oleh komputer
yang meminta dan dimintai layanan.Server hanya melayani
permintaan sesuai antrian yang sudah diatur sistem.
|
Beberapa host komputer terhubung
agar dapat mengerjakan sebuah atau beberapa pekerjaan besar bersama.Host
melayani beberapa terminal dan melakukan proses berdasarkan input dari
terminal-terminal
|
Kualitas komunikasi data
dipengaruhi oleh media transmisi yang digunakan.Lamanya
suatu proses dipengaruhi oleh spesifikasi hardware masing-masing station yg
meminta layanan.
User dapat mengetahui proses yang sedang berlangsung
(di komp station atau di server).
|
Kualitas komunikasi data dipengaruhi
oleh sistem.
Lamanya suatu proses tergantung Sistem Operasi yang
akan memilih prosesor komputer mana yang akan digunakan.
User tidak dapat mengetahui proses yang sedang
berlangsung di host.
|
Metode komunikasi antar komputer
dengan model Peer to Peer atau Client Server.
|
Metode komunikasi antar komputer
tersentralisasi (terpusat pada komputer utama/host)
|
Masing-masing node atau
workstation (pada metode peer to peer) tidak membutuhkan komputer server
khusus untuk menangani seluruh pekerjaan.Antar node bisa
saling bertukar file atau resource yang dimiliki, sesuai keinginan/permission
yg diatur pemilik komputer.
|
Masing-masing terminal
membutuhkan host (komputer utama) untuk dapat aktif melakukan pekerjaan dan
berkomunikasi dengan terminal lain.Antar terminal tidak
dapat saling sharing file atau resource tanpa campur tangan host (supervisor
host).
|
Masing-masing user disetiap
workstation (client) sadar betul akan proses yang sedang terjadi apabila ia
meminta layanan atau mengirimkan data keserver.User secara
explisit (nyata) harus “login” pada server, kalau ingin memanfaatkan resource
yang dimiliki oleh server. Secara explisit menyampaikan tugasnya dari jauh,
secara explisit memindahkan file-file, namun secara umum menangani sendiri
seluruh manajemen jaringan.
|
Masing-masing user disetiap
terminal tidak dapat menyadari proses yang berlangsung pada sistem
User tidak perlu melakukan pekerjaan secara explisit,
karena semua proses dan manajemen dilakukan/ ditangani secara otomatis oleh
sistem tanpa diketahui user. Meskipun secara umum seorang user pada tiap
terminal juga harus login untuk bisa memanfaatkan resource host.
|
Tiap user memiliki identitas
& password yang unik untuk dapat login serta menggunakan resource yang
terdapat di server.Umumnya user tidak bisa menggunakan ID
yang sama, untuk login ke server, namun policy seorang Admin dapat merubah
aturan ini agar sebuah ID dapat digunakan bersama-sama secara terbatas.
|
Tiap user juga memiliki ID dan
password untuk dapat login ke host & menggunakan resource yang
disediakan.Umumnya beberapa terminal dapat menggunakan ID
yang sama untuk login ke komp host, namun Admin/Supervisor sistem dapat
merubah dengan hanya mengijinkan satu ID untuk tiap terminal.
|
Keberadaan sejumlah komputer
dalam jaringan tidak harus transparan disatu lokasi, sehingga secara fisik
tidak dapat dilihat oleh user lain yang berada dalam jaringan.
|
Keberadaan sebuah atau sejumlah
komputer atau terminal autonomous, bersifat transparan (jelas) bagi user,
biasanya berada dalam suatu area lokasi.
|
Spesifikasi hardware server
tidak harus lebih baik dari hardware client
|
Spesifikasi hardware host
(komputer utama) harus lebih baik dari terminal.
|
Merupakan sistem yang
menggabungkan kinerja perangkat dan aplikasi dari physical layer sampai
dengan application layer
|
Merupakan suatu sistem perangkat
lunak yang dibuat dan bekerja pada lapisan atas sebuah sistem jaringan.
|
Perbedaan
utama antara jaringan komputer dan sistem terdistribusi lebih terletak pada
perangkat lunaknya (khususnya sistem operasi) bukan pada perangkat kerasnya,
karena perangkat lunaklah yang menentukan tingkat keterpaduan dan transparansi
jaringan yang bersangkutan.
BAB 3
SEJARAH JARINGAN & INTERNET
1.3 Sejarah Jaringan & Internet
1.3.1 Jaringan Komputer
Ditahun
1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer,
maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. (Lihat Gambar 1.4) Untuk
itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan
nama TSS (Time Sharing System), dan untuk pertama kali terbentuklah
jaringan (network) komputer pada lapis aplikasi.
Pada
sistem TSS beberapa terminal terhubung ke sebuah host komputer. Dalam proses
TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang
pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.
Pada
tahun 1957 Advanced Research Projects Agency (ARPA) dibentuk oleh Departement
of Defence (DoD) USA, 1967 disain awal dari ARPANET diterbitkan dan tahun 1969
DoD menggelar pengembangan ARPANET dengan mengadakan riset untuk menghubungkan
sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik (program ini dikenal
dengan nama ARPANET).
Seperti
pada Gambar diatas, dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah
pekerjaan besar secara seri untuk melayani beberapa terminal yang tersambung
secara paralel disetiap host komputer. Pada proses distribusi sudah mutlak
diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan
telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host
komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer
pusat.
Selanjutnya
ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan konsep proses
distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan jaringannya sudah mulai
beragam, dari mulai menangani proses bersama-sama maupun komunikasi antar
komputer (Peer to Peer System) tanpa melalui kendali komputer pusat.
Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan
sebutan LAN. Demikian pula ketika Internet mulai diperkenalkan, maka sebagian
besar LAN yang berdiri sendiri mulai berhubungan satu sama lain, hingga
terbentuklah jaringan raksasa WAN.
1.3.2 Sejarah Singkat
Internet dan Web
1957: Advanced Research Projects Agency (ARPA)
dibentuk oleh Departement of Defence (DoD)
USA.
1959: Len Kleinrock menulis paper tentang
packet switching.
1967: Disain awal dari ARPANET diterbitkan.
1969: DoD menggelar pengembangan ARPANET
1970: ARPANET mulai menggunakan Network
Control Protocol (NCP)
1972: InterNetworking Working
Group(INWG) dibentuk untuk mempromosikan standar yang sudah disepakati bersama.
Spesifikasi dari telnet, diusulkan.
1973: Ide ethernet dijabarkan dalam
thesis PhD dari Bob Metcalfe. Spesifikasi untuk File Transfer, RFC 454,
diusulkan.
1974: Disain dari TCP/IP dijabarkan
secara rinci oleh Vint Cerf dan Bob Kahn dalam “A Protocol for Packet Network
Intercommunication”.
1982: TCP/IP menjadi protokol untuk
ARPANET dan ini dispesifikasikan oleh DoD.
1992: Jumlah Internet hosts melampaui
1.000.000. Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser. University of
Nevada mengeluarkan sistem Veronica. Sebuah WWW browser yang
bernama Viola diluncurkan oleh Pei Wei dan didistribusikan bersama CERN
WWW.
1993: NSF membuat InterNIC untuk
menjalankan Internet service seperti pendaftaran domain.Versi pertama dari
Mosaic (untuk X Window) yang dikembangkan oleh Marc Andreesen dikeluarkan oleh
NCSA White House online. National Information Infrastructure Act lolos dan
pemerintah Amerika Serikat mulai lebih serius dalam penanganan Website.
1994: PizzaHut online, merupakan contoh pertama dari
aplikasi komerisal Internet. Spam mail menjadi kasus
besar setelah sebuah lembaga hukum yang bernama Canter & Siegel
menyebarkan mail ke seluruh dunia tentang servis untuk mendapatkan “green
card”. First
Virtual menjalankan “CyberBank” yang pertama. Ditahun 1994 ini Yahoo! didirikan
dan juga menjadi tahun kelahiran Netscape Navigator
1.0.
1995: Compuserve, America Online, dan Prodiy mulai
memberikan servis akses keInternet.Perusahaan Marc Andreesen, Netscape
Communication Corporation, menjadi publik dan menjadi nomor 3 tertinggi untuk
harga Initial Public Offericng (IPO) share di
NASDAQ. NFS tidak
lagi meng-gratiskan pendaftaran domain. Pengguna domain mulai membayar
untuk sebuah domain yang digunakan dan dihosting ke internet.
BAB 4
TUJUAN / MANFAAT JARINGAN KOMPUTER
1.4 Tujuan / Manfaat Jaringan Komputer
Manfaat
jaringan komputer bagi user dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: untuk
kebutuhan perusahaan, dan jaringan untuk umum.
Tujuan utama
dari terbangunnya sebuah jaringan pada suatu perusahaan adalah:
Resource sharing yang bertujuan agar seluruh program, peralatan,
khususnya data dapat digunakan oleh setiap orang yang ada pada jaringan.
Saving Money (Penghematan uang/anggaran): Perangkat dan data yang
dapat dishare akan membuat penghematan anggaran yang cukup besar, karena tidak
perlu membeli perangkat baru untuk dipasang ditiap-tiap unit komputer
High reliability (kehandalan tinggi): Sistem Informasi Manajemen Kantor
Terpadu atau Sistem Pelayanan Satu Atap dengan teknologi client-server,
internet maupun intranet dapat diterapkan pada jaringan komputer, sehingga
dapat memberikan pelayanan yang handal, cepat dan akurat sesuai kebutuhan dan
harapan.
Manfaat
jaringan komputer untuk umum:
Jaringan komputer
akan memberikan layanan yang berbeda kepada pengguna di rumah-rumah
dibandingkan dengan layanan yang diberikan pada perusahaan. Terdapat tiga hal
pokok yang mejadi daya tarik jaringan komputer pada perorangan
yaitu:
- access ke informasi yang berada di tempat lain (seperti akses berita terkini, info e-goverment, e-commerce atau e-business, semuanya up to date).
- komunikasi person to person (seperti e-mail, chatting, video conferene dll).
- hiburan interaktif (seperti nonton acara tv on-line, radio streaming, download film atau lagu, dll).
BAB 5
MASALAH-MASALAH SOSIAL YANG DITIMBULKAN DARI JARINGAN KOMPUTER (INTERNET)
1.5 Masalah-masalah sosial yang ditimbulkan dari JaringanKomputer (internet)
Penggunaan
jaringan oleh masyarakat luas akan menyebabkan timbulnya masalah-masalah
sosial, etika, politik, maupun ekonomi yang tak terelakkan. Internet telah
masuk ke segala penjuru kehidupan masyarakat, semua orang dapat
memanfaatkannya tanpa memandang status sosial, usia, juga jenis kelamin. Penggunaan
internet tidak akan menimbulkan masalah selama subyeknya terbatas pada
topik-topik teknis, pendidikan atau hobi, juga hal-hal yang masih dalam batas
norma-norma kehidupan, tetapi kesulitan mulai muncul bila suatu situs di
internet mempunyai topik yang sangat menarik perhatian orang, seperti
pertentangan politik, agama, sex, dll.
Koneksi
jaringan komputer/internet ini juga akan menimbulkan masalah ekonomi yang
serius bila teknologinya dimanfaatkan oleh fihak-fihak tertentu yang ingin
mengambil keuntungan pribadi namun merugikan fihak lain, misalnya kegiatan
carding, download software komersil secara ilegal dll. Gambar-gambar yang
dipasang disitus-situs internet mungkin merupakan sesuatu yang biasa bagi
sebahagian orang, namun sangat mengganggu bagi sebagian orang lain (karena bisa
menimbulkan masalah SARA). Selain itu, bentuk pesan-pesan tidaklah terbatas
hanya pesan tekstual saja. Foto berwarna dengan resolusi tinggi dan bahkan
videoclip singkatpun sekarang sudah dapat dengan mudah disebar-luaskan melalui
jaringan komputer. Sebagian orang dapat bersikap acuh tak acuh, tapi bagi
sebagian lainnya pemasangan materi tertentu (misalnya pornografi) merupakan
sesuatu yang tidak dapat diterima.
BAB 6
JENIS-JENIS JARINGAN
1.6 Jenis-Jenis jaringan
Secara umum
jaringan komputer terbagi menjadi 3 jenis jaringan yaitu :
1.6.1 Local Area Network (LAN)
Sebuah
LAN, adalah jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil, umumnya
dibatasi oleh area lingkungan, seperti sebuah kantor pada sebuah gedung, atau
tiap-tiap ruangan pada sebuah sekolah. Biasanya jarak antar node tidak lebih
jauh dari sekitar 200 m.
1.6.2 Metropolitan Area Network (MAN)
Sebuah
MAN, biasanya meliputi area yang lebih besar dari LAN, misalnya antar gedung
dalam suatu daerah (wilayah seperti propinsi atau negara bagian). Dalam hal ini
jaringan menghubungkan beberapa buah jaringan kecil ke dalam lingkungan area
yang lebih besar, sebagai contoh yaitu: jaringan beberapa kantor cabang sebuah
bank didalam sebuah kota besar yang dihubungkan antara satu dengan lainnya.
1.6.3 Wide Area Network (WAN)
Wide
Area Network (WAN) adalah jaringan yang biasanya sudah menggunakan media
wireless, sarana satelit ataupun kabel serat optic, karena jangkauannya yang
lebih luas, bukan hanya meliputi satu kota atau antar kota dalam suatu wilayah,
tetapi mulai menjangkau area/wilayah otoritas negara lain. Sebagai contoh
jaringan komputer kantor City Bank yang ada di Indonesia ataupun yang ada di
negara lain, yang saling berhubungan, jaringan ATM Master Card, Visa Card atau
Cirrus yang tersebar diseluruh dunia dan lain-lain.
Biasanya
WAN lebih rumit dan sangat kompleks bila dibandingkan LAN maupun
MAN. Menggunakan banyak sarana untuk menghubungkan antara LAN dan WAN kedalam
komunikasi global seperti internet, meski demikian antara LAN, MAN dan WAN
tidak banyak berbeda dalam beberapa hal, hanya lingkup areanya saja yang
berbeda satu diantara yang lainnya.
Nilai-nilai yang
terdapat pada tabel diatas, bukan merupakan nilai mutlak bagi jarak yang
menghubungkan antar komputer, karena jarak tersebut bisa saja lebih pendek
tergantung kondisi area suatu wilayah.
BAB 7
DEFINISI
JARINGAN KOMPUTER
Dengan berkembangnya teknologi komputer dan komunikasi suatu model
komputer tunggal yang melayani seluruh tugas-tugas komputasi suatu organisasi
kini telah diganti dengan sekumpulan komputer yang terpisah-pisah akan
tetapi saling berhubungan dalam melaksanakan tugasnya, sistem seperti ini
disebut jaringan komputer (computer network). Dalam buku ini kita
akan menggunakan istilah jaringan komputer untuk mengartikan suatu himpunan
interkoneksi sejumlah komputer yang autonomous. Dua buah komputer dikatakan
terinterkoneksi bila keduanya dapat saling bertukar informasui. Betuk
koneksinya tidak harus melalui kawat tembaga saja melainkan dapat emnggunakan
serat optik, gelomabng mikro, atau satelit komunikasi. Untuk
memahami istilah jaringan komputer sering kali kita dibingungkan dengan
sistem terdistribusi (distributed system). Kunci perbedaannya adalah bahwa
sebuah sistem terdistribusi,keberadaan sejumlah komputer autonomous bersifat
transparan bagi pemakainya. Seseorang dapat memberi perintah untuk mengeksekusi
suatu program, dan kemudian program itupun akan berjalan dan tugas untuk
memilih prosesor, menemukan dan mengirimkan file ke suatu prosesor dan
menyimpan hasilnya di tempat yang tepat mertupakan tugas sistem operasi. Dengan
kata lain, pengguna sistem terditribusi tidak akan menyadari terdapatnya banyak
prosesor (multiprosesor), alokasi tugas ke prosesor-prosesor, alokasi f\ile ke
disk, pemindahan file yang dfisimpan dan yang diperlukan, serta fungsi-fungsi
lainnya dari sitem harus bersifat otomatis. Pada suatu jaringan
komputer, pengguna harus secara eksplisit log ke sebuah mesin, secara eksplisit
menyampaikan tugasnya dari jauh, secara eksplisity memindahkan file-file dan
menangani sendiri secara umum selusurh manajemen jaringan. Pada sistem
terdistribusi, tidak ada yang perlu dilakukan secara eksplisit, sermunya sudah
dilakukan secara otomatis oleh sistem tanpa sepengetahuan pemakai. Dengan
demikian sebuah sistem terdistribusi adalah suatu sistem perangkat lunak yang
dibuat pada bagian sebuah jaringan komputer. Perangkat lunaklah yang
menentukan tingkat keterpaduan dan transparansi jarimngan yang bersangkutan.
Karena itu perbedaan jaringan dengan sistem terdistribusi lebih terletak pada
perangkat lunaknya (khususnya sistem operasi), bukan pada perangkat kerasnya.
1.2 Manfaat Jaringan Komputer
Sebelum
membahas kita masalah-masalah teknis lebih mendalam lagi, perlu kiranya
diperhatikan hal-hal yang membuat orang tertarik pada jaringan komputer dan
untuk apa jaringan ini digunakan. Manfaat jaringan komputer bagi manusia dapat
dikelompokkan pada jaringan untuk perusahaan, jaringan untuk umum, dan masalah
sosial jaringan.
1.2.1 .Jaringan untuk perusahaan/organisasi
Dalam membangun jaringan komputer di perusahaan/ organisasi, ada
beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dalam hal-hal resource sharing,
reliabilitas tinggi, lebih ekonomis, skalabilitas, dan media komunikasi. Resource
sharing bertujuan agar seluruh program, peralatan, khususnya data dapat
digunakan oleh setiap orang yang ada pada jaringan tanpa terpengaruh oleh
lokasi resource dan pemakai. jadi source sharing adalah suatu usaha untuk
menghilangkan kendala jarak. Dengan menggunakan jaringan komputer akan
memberikan reliabilitas tinggi yaitu adanya sumber-sumber
alternatif pengganti jika terjadi masalah pada salah satu perangkat dalam
jaringan, artinya karena perangkat yang digunakan lebih dari satu jika salah
satu perangkat mengalami masalah, maka perangkat yang lain dapat
menggantikannya. Komputer yang kecil memiliki rasio harga/kinerja yang lebih
baik dibanding dengan komputer besar. Komputer mainframe memiliki kecepatan
kurang lebih sepuluh kali lipat kecepatan komputer pribadi, akan tetapi harga
mainframe seribu kalinya lebih mahal. Dengan selisih rasio harga/kinerja yang
cukup besar ini menyebabkan perancang sistem memilih membangun sistem
yang terdiri dari komputer-komputer pribadi dibanding menggunakan mainframe.
Yang dimaksud dengan skalabilitas yaitu kemampuan untuk
meningkatkan kinerja sistem secara berangsur-angsur sesuai dengan beban
pekerjaan dengan hanya menambahkan sejumlah prosesor. Pada komputer mainframe
yang tersentralisasi, jika sistem sudah jenuh, maka komputer harus diganti
dengan komputer yang mempunyai kemampuan lebih besar. Hal ini membutuhkan biaya
yang sangat besar dan dapat menyebabkan gangguan terhadap kontinyuitas kerja
para pemakai. Sebuah jaringan komputer mampu bertindak sebagai media
komunikasi yang baik bagi para pegawai yang terpisah jauh. Dengan
menggunakan jaringan, dua orang atau lebih yang tinggal berjauhan akan lebih
mudah bekerja sama dalam menyusun laporan.
1.2.2. Jaringan untuk umum
Apa yang telah diulas di atas bahwa minat untuk membangun jaringan
komputer semata-mata hanya didasarkan pada alasan ekonomi dan teknologi saja.
Bila komputer mainframe yang besar dan baik dapat diperoleh dengan harga
murah, maka akan banyak perusahaan/organisasi yang menggunakannya. Jaringan
komputer akan memberikan layanan yang berbeda kepada perorangan di rumah-rumah
dibandingkan dengan layanan yang diberikan pada perusahaan seperti apa yang
telah diulas di atas. Terdapat tiga hal pokok yang mejadi daya tarik
jaringan komputer pada perorangan yaitu: access ke informasi
yang berada di tempat yang jauhkomunikasi orang-ke-oranghiburan interaktif. Ada
bermacam-macam bentuk access ke infomasi jarak jauh yang dapat dilakukan,
terutama setelah berkembangnya teknologi internet , berita-berita di koran
sekarang dapat di down load ke komputer kita melalui internet, dan tidak hanya
itu sekarang kita dapat melakukan pemesanan suatu produk melalui internet,
bisnis yang dikenal dengan istilah electronic commerce (e-commerce), ini
sekarang sedang berkemang dengan pesat . Dengan menggunakan internet kita juga
dapat melakukan komunikasi orang-ke orang , fasilitas electronic mail (e-mail)
telah dipakai secara meluas oleh jutaan orang. Komunikasi menggunakan e-mail
ini masih mengandung delay atau waktu tunda. Videoconference atau
pertemuan maya merupakan teknologi yang memungkinkan terjadinya komunikasi
jarak jauh tanpa delay. Pertemuan maya ini dapat pula digunakan untuk keperluan
sekolah jarak jauh, memperoleh hasil pemeriksaan medis seorang dokter yang
berada di tempat yang jauh, dan sejumlah aplikasi lainnya. Video
on demand merupakan daya tarik ketiga dari jaringan komputer bagi orang per
orang dimana kita dapat memilih film atau acara televisi dari negara mana
saja dan kemudian ditampilkan di layar monitor kita.
1.2.3. Masalah
sosial jaringan
Penggunaan jaringan oleh masyarakat luas akan menyebabkan
masalah-masalah sosial, etika, dan politik. Internet telah masuk ke
segala penjuru kehidupan masyarakat, semua orang dapat
memanfaatkannya tanpa memandang status sosial, usia, jenis kelamin. Penggunaan
internet tidak akan menimbulkan masalah selama subyeknya terbatas pada
topik-topik teknis, pendidikan atau hobi, hal-hal dalam batas norma-norma
kehidupan, tetapi kesulitan mulai muncul bila suatu situs di internet mempunyai
topik yang sangat menarik perhatian orang, seperti politik, agama, sex.
Gambar-gambar yang dipasang di situs-situs tersebut mungkin akan merupakan
sesuatu yang sangat mengganggu bagi sebagian orang. Selain itu, bentuk
pesan-pesan tidaklah terbatas hanya pesan tekstual saja. Foto berwarna dengan
resolusi tinggi dan bahkan video clip singkatpun sekarang dapat dengan mudah
disebar-luaskan melalui jaringan komputer. Sebagian orang dapat bersikap acuh
tak acuh, tapi bagi sebgaian lainnya pemasangan materi tertentu (misalnya
pornografi ) merupakan sesuatu yang tidak dapat diterima.
BAB 8
DASAR JARINGAN
Dalam ilmu komputer
dan teknologi informasi, dikenal istilah jaringan komputer. Jaringan komputer
adalah sekumpulan komputer yang dapat saling berhubungan antara satu dengan
lainnya dengan menggunakan media komunikasi, sehingga dapat saling berbagi
data, informasi, program, dan perangkat keras (printer, harddisk, webcam, dsb).
Berbeda dengan konsep
jaringan dalam ilmu biologi –yaitu kumpulan sel yang fungsinya sejenis–
komputer-komputer yang terhubung dalam jaringan komputer tidak harus sejenis.
Komputer-komputer tersebut bisa saja memiliki tipe yang berbeda-beda,
menggunakan sistem operasi yang berbeda, dan menggunakan program/aplikasi yang
berbeda pula. Tetapi komputer-komputer yang terhubung dalam jaringan computer
harus memakai aturan komunikasi (protokol) yang sama. Hal ini dimaksudkan agar
masing-masing komputer dapat berkomunikasi yang baik dengan komputer lainnya.
Protokol yang menjadi Standar Internasional adalah TCP/IP (Transmission Control
Protocol / Internet Protocol). Dibandingkan dengan komputer yang berdiri
sendiri (stand-alone), jaringan komputer memiliki beberapa keunggulan antara
lain:
Ø Berbagi peralatan dan sumber daya
Beberapa komputer
dimungkinkan untuk saling memanfaatkan sumber daya yang ada, seperti printer,
harddisk, serta perangkat lunak bersama, seperti aplikasi
perkantoran, basis data
(database), dan sistem informasi. Penggunaan perangkat
secara bersama ini akan menghemat
biaya dan meningkatkan efektivitas peralatan
tersebut.
Ø Integrasi data
Jaringan komputer
memungkinkan pengintegrasian data dari atau ke semua computer yang terhubung
dalam jaringan tersebut.
Ø Komunikasi
Jaringan komputer
memungkinkan komunikasi antar pemakai komputer, baik melalui e-mail,
teleconference dsb.
Ø Keamanan
(Security)
Jaringan komputer
mempermudah dalam pemberian perlindungan terhadap data.
Meskipun data pada sebuah
komputer dapat diakses oleh komputer lain, tetapi kita
dapat membatasi akses orang lain
terhadap data tersebut. Selain itu kita juga bisa
melakukan pengamanan terpusat
atas seluruh komputer yang terhubung ke jaringan.
2.2. JENIS-JENIS JARINGAN
KOMPUTER
Berdasarkan kriterianya,
jaringan komputer dibedakan menjadi 4,yaitu:
2.2.1 Berdasarkan distribusi sumber informasi/data
-Jaringan
terpusat
Jaringan
ini terdiri dari komputer klient dan server yang mana komputer klient yang
berfungsi sebagai perantara untuk mengakses sumber informasi/data yang berasal
dari satu komputer server
-
Jaringan Terdistribusi
Merupakan
perpaduan beberapa jaringan terpusat sehingga terdapat beberapa komputer server
yang saling berhubungan dengan klient membentuk sistem jaringan tertentu.
2.2.2. Berdasarkan peranan dan hubungan tiap komputer dalam memproses data.
2.2.2. Berdasarkan peranan dan hubungan tiap komputer dalam memproses data.
-
Jaringan Client-Server
Pada
jaringan ini terdapat 1 atau beberapa komputer server dan komputer client.
Komputer yang akan menjadi komputer server maupun menjadi komputer client dan
diubah-ubah melalui software jaringan pada protokolnya. Komputer client sebagai
perantara untuk dapat mengakses data pada komputer server sedangkan komputer
server menyediakan informasi yang diperlukan oleh komputer client.
-Jaringan
Peer-to-peer
Pada
jaringan ini tidak ada komputer client maupun komputer server karena semua
komputer dapat melakukan pengiriman maupun penerimaan informasi sehingga semua
komputer berfungsi sebagai client sekaligus sebagai server.
2.2.3
Jenis jaringan berdasarkan teknologi transmisi dibagi menjadi dua, yaitu
jaringan broadcast dan jaringan point-to-point. Berikut uraiannya :
- Jaringan Broadcast Jaringan ini menggunakan saluran komunikasi tunggal yang digunakan semua komputer atau mesin yang terhubung pada jaringan ini secara bersama-sama.
- Jaringan Point-to-Point Jaringan ini terdiri atas beberapa komputer atau mesin yang seringkali harus memiliki banyak rute karena jaraknya berbeda. Dalam mengirim paket dari suatu mesin sumber ke suatu tujuan, paket jenis ini harus melalui mesin perantaranya yang bisa melalui banyak rute. Jaringan point-to-point terdiri dari beberapa koneksi pasangan individu dari mesin-mesin. Untuk mengirim paket dari sumber ke suatu tujuan, sebuah paket pad ajringan jenis ini mungkin harus melalui satu atau lebih mesin-mesin perantara. Seringkali harus melalui baynak route yang mungkin berbeda jaraknya. Karena itu algoritma rout memegang peranan penting pada jaringan point-to-point. Pada umumnya jaringan yang lebih kecil dan terlokalisasi secara geografis cendurung memakai broadcasting, sedangkan jaringan yang lebih besar menggunakan point-to-poin. Kriteria alternatif untuk mengklasifikasikan jaringan adalah didasarkan pada jaraknya. Tabel berikut ini menampilkan klasifikasi sistem multiprosesor berdasarkan ukuran-ukuran fisiknya.
Jarak antar prosesor
|
Prosesor di tempat yang sama
|
Contoh
|
0,1 m
|
Papan rangkaian
|
Data flow machine
|
1 m
|
Sistem
|
Multicomputer
|
10 m
|
Ruangan
|
|
100 m
|
Gedung
|
Local Area Network
|
1 km
|
Kampus
|
|
10 km
|
Kota
|
Metropolitan Area Network
|
100 km
|
Negara
|
Wide area Network
|
1.000 km
|
Benua
|
|
10.000 km
|
Planet
|
The Internet
|
Tabel 2.2.3a Klasifikasi prosesor interkoneksi
berdasarkan jarak
Dari tabel di atas terlihat pada bagian paling atas
adalah dataflow machine, komputer-komputer yang sangat paralel yang
memiliki beberapa unit fungsi yang semuanya bekerja untuk program yang sama.
Kemudian multicomputer, sistem yang berkomunikasi dengan cara mengirim
pesan-pesannya melalui bus pendek dan sangat cepat. Setelah kelas multicomputer
adalah jaringan sejati, komputer-komputer yang bekomunikasi dengan cara
bertukar data/pesan melalui kabel yang lebih panjang. Jaringan seperti ini
dapat dibagi menjadi local area network (LAN), metropolitan area network (MAN),
dan wide area network (WAN). Akhirnya, koneksi antara dua jaringan atau lebih
disebut internetwork. Internet merupakan salah satu contoh yang terkenal dari
suatu internetwork.
Jaringan kerja titik
ke titik merupakan jaringan kerja yang paling sederhana tetapi dapat digunakan
secara luas. Begitu sederhananya jaringan ini, sehingga seringkali tidak
dianggap sebagai suatu jaringan tetapi hanya merupakan komunikasi biasa. Dalam
hal ini, kedua simpul mempunyai kedudukan yang setingkat, sehingga simpul
manapun dapat memulai dan mengendalikan hubungan dalam jaringan tersebut. Data
dikirim dari satu simpul langsung kesimpul lainnya sebagai penerima, misalnya
antara terminal dengan CPU.
jaringan Point to Point (Titik
ke-Titik)
Pada umumnya jaringan
lokal atau jaringan yang secara geografis kecil cenderung memakai jaringan
broadcast, sedangkan jaringan yang lebih besar dapat menggunakan jaringan
Point-to-Point.
2.2.4. Jenis Jaringan Komputer
Berdasarkan Jarak.
Jenis jaringan
berdasarkan jarak terbagi tiga, yaitu Local Area Network (LAN), Metropolitan
Area Network (MAN), dan Wide Area Network (WAN).
Berikut uraiannya
Berikut uraiannya
- Loca1 Area Network (LAN)
Local
Area Network (LAN) merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau
kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk
menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor perusahaan
atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama resource (misalnya, printer, scanner)
dan saling bertukar informasi. LAN dapat dibedakan dari jenis jaringan lainnya
berdasarkan tiga karakteristik: ukuran, teknologi transmisi dan topologinya. LAN
mempunyai ukuran yang terbatas, yang berarti bahwa waktu transmisi pada keadaan
terburuknya terbatas dan dapat diketahui sebelumnya. Dengan mengetahui
keterbatasnnya, menyebabkan adanya kemungkinan untuk menggunakan jenis desain
tertentu. Hal ini juga memudahkan manajemen jaringan. LAN seringkali
menggunakan teknologih transmisi kabel tunggal. LAN tradisional beroperasi pada
kecepatan mulai 10 sampai 100 Mbps (mega bit/detik) dengan delay rendah
(puluhan mikro second) dan mempunyai faktor kesalahan yang kecil. LAN-LAN
modern dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi, sampai ratusan
megabit/detik.
Terdapat beberapa
macam topologi yang dapat digunakan pada LAN broadcast. Gambar 1.1
menggambarkan dua diantara topologi-topologi yang ada. Pada jaringan bus
(yaitu kabel liner), pada suatu saat sebuah mesin bertindak sebagai master dan
diijinkan untuk mengirim paket. Mesin-mesin lainnya perlu
menahan diri untuk tidak mengirimkan apapun. Maka untuk mencegah
terjadinya konflik, ketika dua mesin atau lebih ingin mengirikan secara
bersamaan, maka mekanisme pengatur diperlukan. Me4kanisme pengatur dapat
berbentuk tersentralisasi atau terdistribusi. IEEE 802.3 yang populer disebut
Ethernet merupakan jaringan broadcast bus dengan pengendali terdesentralisasi
yang beroperasi pada kecepatan 10 s.d. 100 Mbps. Komputer-komputer pada
Ethernet dapat mengirim kapan saja mereka inginkan, bila dua buah paket atau
lebih bertabrakan, maka masing-masing komputer cukup menunggu dengan waktu
tunggu yang acak sebelum mengulangi lagi pengiriman.
Sistem broadcast yang lain adalah ring, pada topologi ini
setiap bit dikirim ke daerah sekitarnya tanpa menunggu paket lengkap diterima.
Biasanya setiap bit mengelilingi ring dalam waktu yang dibutuhkan untuk
mengirimkan beberapa bit, bahkan seringkali sebelum paket lengkap dikirim
seluruhnya. Seperti sistem broadcast lainnya, beberapa aturan harus dipenuhi
untuk mengendalikan access simultan ke ring. IEEE 802.5 (token ring) merupakan
LAN ring yang populer yang beroperasi pada kecepatan antara 4 s.d 16 Mbps.
Berdasarkan alokasi channelnya, jaringan broadcast dapat dibagi menjadi
dua, yaitu statik dan dinamik. Jenis al;okasi statik dapat dibagi berdasarkan
waktu interval-interval diskrit dan algoritma round robin, yang mengijinkan
setiap mesin untuk melakukan broadcast hanya bila slot waktunya sudah diterima.
Alokasi statik sering menyia-nyiakan kapasitas channel bila sebuah mesin tidak
punya lgi yang perlu dikerjakan pada saat slot alokasinya diterima. Karena itu
sebagian besar sistem cenderung mengalokasi channel-nya secara dinamik (yaitu
berdasarkan kebutuhan).
Metoda alokasi dinamik bagi suatu channel dapat tersentralisasi ataupun
terdesentralisasi. Pada metoda alokasi channel tersentralisasi terdapat sebuah
entity tunggal, misalnya unit bus pengatur, yang menentukan siapa giliran
berikutnya. Pengiriman paket ini bisa dilakukan setelah menerima giliran
dan membuat keputusan yang berkaitan dengan algoritma internal. Pada metoda
aloksi channel terdesentralisasi, tidak terdapat entity sentral, setiap mesin
harus dapat menentukan dirinya sendiri kapan bisa atau tidaknya mengirim.
LAN tersusun dari beberapa elemen dasar yang meliputi komponen hardware dan
software, yaitu :
- Komponen Fisik Personal Computer (PC), Network Interface Card (NIC), Kabel, Topologi jaringan.
- Komponen Software Sistem Operasi Jaringan, Network Adapter Driver, Protokol Jaringan. Jaringan ini disebut sebagai jaringan area, yaitu jaringan yang terbatas untuk area kecil, seperti pada lingkungan perkantoran di sebuah gedung, sekolah, atau kampus. Dalam jaringan LAN, terdapat satu komputer yang biasa disebut server, yang fungsinya adalah untuk memberikan layanan perangkat lunak (software), mengatur aktivitas jaringan dan menyimpan file. Selain server ada pula komputer lain yang terhubung dalam jaringan (network) yang disebut dengan workstation (client). Pada umumnya teknologi jaringan LAN menggunakan media kabel untruk menghubungkan komputer-komputer yang digunakan. LAN dapat dibedakan berdasarkan tiga karakteristik, yaitu ukuran, teknologi transmisi, dan topologinya. Teknologi transmisi yang bisa digunakan adalah transmisi kabel tunggal. Pada LAN biasa, kecepatan transmisi sekitar 10 – 100 Mbps (Megabit/second), dan faktor kesalahan kecil. Topologi yang digunakan biasanya topologi Bus, Star dan Ring.
2. Metropolitan Area Network
(MAN)
Metropolitan Area Network (MAN) pada dasarnya merupakan versi LAN
yang berukuran lebih besar dan biasanya memakai teknologi yang sama dengan
LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang berdekatan dan
dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN biasanya
mamapu menunjang data dan suara, dan bahkan dapat berhubungan dengan jaringan
televisi kabel. MAN hanya memiliki sebuah atau dua buiah kabel dan tidak
mempunyai elemen switching, yang berfungsi untuk mengatur paket melalui
beberapa output kabel. Adanya elemen switching membuat rancangan menjadi
lebih sederhana.
Alasan utama memisahkan MAN sebagai kategori khusus adalah telah
ditentukannya standart untuk MAN, dan standart ini sekarang sedang diimplementasikan.
Standart tersebut
disebut DQDB (Distributed Queue Dual Bus) atau 802.6 menurut standart IEEE.
DQDB terdiri dari dua buah kabel unidirectional dimana semua komputer
dihubungkan, seperti ditunjukkan pada gambar 1.2. Setiap bus mempunyai sebuah
head–end, perangkat untuk memulai aktivitas transmisi. Lalulintas yang menuju
komputer yang berada di sebelah kanan pengirim menggunakan bus bagian atas.
Lalulintas ke arah kiri menggunakan bus yang berada di bawah.
Jaringan ini lebih
luas dari jaringan LAN dan menjangkau antar wilayah dalam satu provinsi.
Jaringan MAN menghubungkan jaringan-jaringan kecil yang ada, seperti LAN yang
menuju pada lingkungan area yang lebih besar. Contoh, beberapa bank yang
memiliki jaringan komputer di setiap cabangnya dapat berhubungan satu sama lain
sehingga nasabah dapat melakukan transaksi di cabang maupun dalam propinsi yang
sama.
3. Wide Area Network (WAN)
Wide Area
Network (WAN) mencakup daerah geografis yang luas, sertingkali mencakup
sebuah negara atau benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin yang bertujuan untuk
mejalankan program-program aplikasi.
Kita akan mengikuti penggunaan tradisional dan menyebut mesin-mesin ini sebagai host. Istilah End System kadang-kadang juga digunakan dalam literatur. Host dihubungkan dengan sebuah subnet komunikasi, atau cukup disebut subnet. Tugas subnet adalah membawa pesan dari host ke host lainnya, seperti halnya sistem telepon yang membawa isi pembicaraan dari pembicara ke pendengar. Dengan memisahkan aspek komunikasi murni sebuah jaringan (subnet) dari aspek-aspek aplikasi (host), rancangan jaringan lengkap menjadi jauh lebih sederhana. Pada sebagian besar WAN, subnet terdiri dari dua komponen, yaitu kabel transmisi dan elemen switching. Kabel transmisi (disebut juga sirkuit, channel, atau trunk) memindahkan bit-bit dari satu mesin ke mesin lainnya.
Element switching adalah komputer khusus yang dipakai untuk menghubungkan
dua kabel transmisi atau lebih. Saat data sampai ke kabel penerima, element
switching harus memilih kabel pengirim untuk meneruskan pesan-pesan tersebut.
Sayangnya tidak ada terminologi standart dalam menamakan komputer seperti
ini. Namanya sangat bervariasi disebut paket switching node, intermidiate
system, data switching exchange dan sebagainya.
Sebagai
istilah generik bagi komputer switching, kita akan menggunakan istilah router.
Tapi perlu diketahui terlebih dahulu bahwa tidak ada konsensus dalam penggunaan
terminologi ini. Dalam model ini, seperti ditunjukkan oleh gambar 1.4 setiap
host dihubungkan ke LAN tempat dimana terdapat sebuah router, walaupun dalam
beberapa keadaan tertentu sebuah host dapat dihubungkan langsung ke sebuah
router. Kumpulan saluran komunikasi dan router (tapi bukan host) akan membentuk
subnet.
Istilah subnet sangat penting, tadinya subnet berarti kumpulan kumpulan
router-router dan saluran-sakuran komunikasi yang memindahkan paket dari host
host tujuan. Akan tatapi, beberpa tahun kemudian subnet mendapatkan arti
lainnya sehubungan dengan pengalamatan jaringan. Pada sebagian besar WAN,
jaringan terdiri dari sejumlah banyak kabel atau saluran telepon yang
menghubungkan sepasang router. Bila dua router yang tidak mengandung kabel yang
sama akan melakukan komunikasi, keduanya harus berkomunikasi secara tak
langsung melalui router lainnya. ketika sebuah paket dikirimkan dari sebuah
router ke router lainnya melalui router perantara atau lebih, maka paket akan
diterima router dalam keadaan lengkap, disimpan sampai saluran output menjadi
bebas, dan kemudian baru diteruskan.
Subnet
yang mengandung prinsip seperti ini disebut subnet point-to-point,
store-and-forward, atau packet-switched. Hampir semua WAN (kecuali yang
menggunakan satelit) memiliki subnet store-and-forward. Di dalam menggunakan
subnet point-to-point, masalah rancangan yang penting adalah pemilihan jenis
topologi interkoneksi router. Gambar 1.5 menjelaskan beberapa kemungkinan
topologi. LAN biasanya berbentuk topologi simetris, sebaliknya WAN
umumnya bertopologi tak menentu.
Jaringan WAN dapat
menghubungkan satu komputer dengan komputer lain dengan menggunakan satelit
atau kabel bawah laut. Topologi yang digunakan WAN menggunakan topologi tak
menentu sesuai dengan apa yang akan digunakan. Topologi Jaringan (Bentuk
Jaringan) Topologi Jaringan adalah gambaran secara fisik dari pola hubungan
antara komponen-komponen jaringan, yang meliputi server, workstation,
hub/Switch dan pengkabelannnya.
3.3.
TOPOLOGI JARINGAN
Terdapat
enam macam topologi jaringan umum digunakan, yaitu Star Network
(Jaringan Bintang), Ring Networks (Jaringan Cincin), Tree Network (Jaringan
Pohon), Bus Network Konfigurasi, Plex Network (Jaringan Kombinasi) . Topologi
Jaringan Topologi merupakan suatu pola hubungan antara terminal dalam jaringan
komputer. Pola ini sangat erat kaitannya dengan metode access dan media
pengiriman yang digunakan. Topologi yang ada sangatlah tergantung dengan letak
geograpis dari masing-masing terminal, kualitas kontrol yang dibutuhkan dalam
komunikasi ataupun penyampaian pesan, serta kecepatan dari pengiriman data.
3.3.1. Star Network (Jaringan
Bintang).
Topologi bintang merupakan bentuk topologi
jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna.
Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah dalam
konfigurasi bintang, beberapa peralatan yang ada akan dihubungkan kedalam satu
pusat komputer. Kontrol yang ada akan dipusatkan pada satu titik, seperti
misalnya mengatur beban kerja serta pengaturan sumber daya yang ada. Semua link
harus berhubungan dengan pusat apabila ingin menyalurkan data kesimpul lainnya
yang dituju. Dalam hal ini, bila pusat mengalami gangguan, maka semua terminal
juga akan terganggu. Model jaringan bintang ini relative sangat sederhana,
sehingga banyak digunakan oleh pihak per-bank-kan yang biasanya mempunyai
banyak kantor cabang yang tersebar dipelbagai lokasi. Dengan adanya konfigurasi
bintang ini, maka segala macam kegiatan yang ada di-kantor cabang dapatlah
dikontrol dan dikoordinasikan dengan baik. Disamping itu, dunia pendidikan juga
banyak memanfaatkan jaringan bintang ini guna mengontrol kegiatan anak didik
mereka.
Topologi
Star Network (Jaringan Bintang) Topologi jaringan Star Network (Jaringan
Bintang) Kelebihan
- Kerusakan pada satu saluran hanya akan memengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
- Tingkat keamanan termasuk tinggi.
- Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
- Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
- akses Kontrol terpusat.
- Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan.
- Paling fleksibel.
Kekurangan
- Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh rangkaian akan berhenti.
- Boros dalam pemakaian kabel.
- HUB jadi elemen kritis karena kontrol terpusat.
- terlalu penting hub sehinga ketika terdapat masalah dengan hub maka jaringan tersebut akan down
- jaringan tergantung pada terminal pusat
- jika menggunakan switch dan lalu lintas data padat dapat menyebabkan jaringan lambat.
- biaya jaringan lebih mahal dari pada bus atau ring
3.3.2. Ring Networks (Jaringan Cincin)
Pada
jaringan ini terdapat beberapa peralatan saling dihubungkan satu dengan lainnya
dan pada akhirnya akan membentuk bagan seperti halnya sebuah cincin. Jaringan
cincin tidak memiliki suatu titik yang bertindak sebagai pusat ataupun pengatur
lalu lintas data, semua simpul mempunyai tingkatan yang sama. Data yang dikirim
akan berjalan melewati beberapa simpul sehingga sampai pada simpul yang dituju.
Dalam menyampaikan data, jaringan bisa bergerak dalam satu ataupun dua arah.
Walaupun demikian, data yang ada tetap bergerak satu arah dalam satu saat.
Pertama, pesan yang ada akan disampaikan dari titik ketitik lainnya dalam satu
arah. Apabila ditemui kegagalan, misalnya terdapat kerusakan pada peralatan
yang ada, maka data yang ada akan dikirim dengan cara kedua, yaitu pesan
kemudian ditransmisikan dalam arah yang berlawanan, dan pada akhirnya bisa
berakhir pada tempat yang dituju. Konfigurasi semacam ini relative lebih mahal
apabila dibanding dengan konfigurasi jaringan bintang. Hal ini disebabkan,
setiap simpul yang ada akan bertindak sebagai komputer yang akan mengatasi
setiap aplikasi yang dihadapinya, serta harus mampu membagi sumber daya yang
dimilikinya pada jaringan yang ada. Disamping itu, sistem ini lebih sesuai
digunakan untuk sistem yang tidak terpusat (decentralized-system),
dimana tidak diperlukan adanya suatu prioritas tertentu.
Ring Networks (Jaringan Cincin)
Kelebihan
- Hemat kabel
- Tidak akan terjadi tabrakan pengiriman data (collision), karena pada satu waktu hanya satu node yang dapat mengirimkan data
Kelemahan
- Peka kesalahan, sehingga jika terdapat gangguan di suatu node mengakibatkan terganggunya seluruh jaringan.
- Pengembangan jaringan lebih kaku
- Sulit mendeteksi kerusakan
- Dapat terjadi collision[dua paket data tercampur]
- Diperlukan penanganan dan pengelolaan khusus
3.3.3. Tree Network (Jaringan
Pohon)
Topologi Pohon adalah kombinasi karakteristik
antara topologi bintang dan topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan
topologi bintang yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai jalur tulang
punggung atau backbone. Komputer-komputer dihubungkan ke hub, sedangkan
hub lain di hubungkan sebagai jalur tulang punggung. Topologi jaringan ini
disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya
digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda. Untuk
hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin
keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok
digunakan pada sistem jaringan komputer. Pada jaringan pohon, terdapat beberapa
tingkatan simpul atau node. Pusat atau simpul yang lebih tinggi
tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data
yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk
bergerak dari komputer dengan node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada
gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada
node-7.
Keungguluan jaringan
pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan
pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang
terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk
terminal penjualan. Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih
tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya
akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif
menjadi lambat. Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul (node).
Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain
yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat
terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 ke
komputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus melewati
node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7. Keungguluan jaringan model
pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan
pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang
terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk
terminal penjualan. Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih
tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya
akhirnya juga menjadi tidak efektif.
Cara kerja jaringan
pohon ini relatif menjadi lambat.
Topologi Jaringan Tree Network
(Jaringan Pohon)
3.3.4. Bus Network Konfigurasi
Topologi bus merupakan topologi yang banyak
dipergunakan pada masa penggunaan kabel sepaksi menjamur. Dengan menggunakan
T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau
perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain. Kesulitan
utama dari penggunaan kabel sepaksi adalah sulit untuk mengukur apakah kabel
sepaksi yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak
sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface card)
yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai
kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan dengan
basis fiber optic (yang kemudian digabungkan dengan topologi star untuk
menghubungkan dengan client atau node.). Pada topologi bus dua ujung jaringan
harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk
memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan
kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya
dengan men tap Ethernetnya sepanjang kabel. Instalasi jaringan Bus sangat
sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering
dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan
relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja
dan trafik seluruh jaringan. Dikenal dengan istilah bus-network, yang cocok
digunakan untuk daerah yang tidak terlalu luas. Setiap komputer (setiap simpul)
akan dihubungkan dengan sebuah kabel komunikasi melalui sebuah interface.
Setiap komputer dapat berkomunikasi langsung dengan komputer ataupun peralatan
lainnya yang terdapat didalam network, dengan kata lain, semua simpul mempunyai
kedudukan yang sama. Dalam hal ini, jaringan tidak tergantung kepada komputer
yang ada dipusat, sehingga bila salah satu peralatan atau salah satu simpul
mengalami kerusakan, sistem tetap dapat beroperasi. Setiap simpul yang ada
memiliki address atau alam sendiri. Sehingga untuk meng-access data dari salah satu
simpul, user atau pemakai cukup menyebutkan alamat dari simpul yang dimaksud.
Topologi Jaringan Bus Network
Konfigurasi
Ciri-ciri
- Teknologi lama, dihubungkan dengan satu kabel dalam satu baris
- Tidak membutuhkan peralatan aktif untuk menghubungkan terminal/komputer
- Sangat berpengaruh pada unjuk kerja komunikasi antar komputer, karena hanya bisa digunakan oleh satu komputer
- Kabel “cut” dan digunakan konektor BNC tipe T
- Diujung kabel dipasang 50 ohm konektor
- Jika kabel putus maka komputer lain tidak dapat berkomunikasi dengan lain
- Susah melakukan pelacakan masalah
Keunggulan dan kelemahan
- Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain.
Kelemahan
dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka
keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.
3.3.5. Topologi Jala Atau
Topologi Mesh
Topologi Jala Atau
Topologi Mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap
perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam
jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi
langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links). Dengan demikian
maksimal banyaknya koneksi antar perangkat pada jaringan bertopologi mesh ini
dapat dihitung yaitu sebanyak n(n-1)/2. Selain itu karena setiap perangkat
dapat terhubung dengan perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan maka setiap
perangkat harus memiliki sebanyak n-1 Port Input/Output (I/O ports). Berdasarkan
pemahaman di atas, dapat dicontohkan bahwa apabila sebanyak 5 (lima) komputer
akan dihubungkan dalam bentuk topologi mesh maka agar seluruh koneksi antar
komputer dapat berfungsi optimal, diperlukan kabel koneksi sebanyak 5(5-1)/2 =
10 kabel koneksi, dan masing-masing komputer harus memiliki port I/O sebanyak
5-1 = 4 port (lihat gambar).
Dengan bentuk hubungan seperti
itu, topologi mesh memiliki beberapa kelebihan, yaitu:
- Hubungan dedicated links menjamin data langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa harus melalui komputer lainnya sehingga dapat lebih cepat karena satu link digunakan khusus untuk berkomunikasi dengan komputer yang dituju saja (tidak digunakan secara beramai-ramai/sharing).
- Memiliki sifat Robust, yaitu Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan memengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
- Privacy dan security pada topologi mesh lebih terjamin, karena komunikasi yang terjadi antara dua komputer tidak akan dapat diakses oleh komputer lainnya.
- Memudahkan proses identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar komputer.
Meskipun
demikian, topologi mesh bukannya tanpa kekurangan. Beberapa kekurangan yang
dapat dicatat yaitu:
- Membutuhkan banyak kabel dan Port I/O. semakin banyak komputer di dalam topologi mesh maka diperlukan semakin banyak kabel links dan port I/O (lihat rumus penghitungan kebutuhan kabel dan Port).
- Hal tersebut sekaligus juga mengindikasikan bahwa topologi jenis ini * Karena setiap komputer harus terkoneksi secara langsung dengan komputer lainnya maka instalasi dan konfigurasi menjadi lebih sulit.
- Banyaknya kabel yang digunakan juga mengisyaratkan perlunya space yang memungkinkan di dalam ruangan tempat komputer-komputer tersebut berada.
Berdasarkan
kelebihan dan kekurangannya, topologi mesh biasanya diimplementasikan pada
komputer-komputer utama dimana masing-masing komputer utama tersebut membentuk
jaringan tersendiri dengan topologi yang berbeda (hybrid network).
BAB 9
KESIMPULAN
A.
Kesimpulan
Jaringan
komputer (jarkom) adalah ”interkoneksi” antara 2 komputer autonomous
atau lebih, yang terhubung dengan media transmisi kabel atau tanpa kabel
(wireless). Dua unit komputer dikatakan terkoneksi apabila keduanya bisa saling
bertukar data/informasi, berbagi resource yang dimiliki, seperti: file,
printer, media penyimpanan (hardisk, floppy disk, cd-rom, flash disk, dll).
Tiap
komputer, printer atau periferal yang terhubung dalam jaringan
disebut dengan ”node”. Sebuah jaringan komputer sekurang-kurangnya terdiri
dari dua unit komputer atau lebih. Peer to peer adalah suatu model dimana tiap
PC dapat memakai resource pada PC lain atau memberikan resourcenya untuk
dipakai PC lain, Tidak ada yang bertindak sebagai server yang mengatur
sistem komunikasi dan penggunaan resource komputer yang terdapat dijaringan,
dengan kata lain setiap komputer dapat berfungsi sebagai client maupun server
pada periode yang sama.
Client Server merupakan model jaringan yang menggunakan
satu atau beberapa komputer sebagai server yang memberikan resource-nya kepada
komputer lain (client) dalam jaringan.
B.
SARAN
Untuk para pengguna yang masih belum
mengetahui cara, fasilitas, dan manfaat dari penggunaan internet, harus mencari
informasinya dari berbagai sumber. Salah satunya yaitu sumber bacaan yang juga
sangat berguna untuk pengetahuan.
Di dalam internet banyak terdapat informasi yang tidak seharusnya diketahui oleh remaja, bahkan dapat merusak hidup mereka. Oleh karena itu, sebaiknya informasi yang seperti itu tidak diikuti, dan ambillah segi positif dari penggunaan internet yang sebenarnya.
Di dalam internet banyak terdapat informasi yang tidak seharusnya diketahui oleh remaja, bahkan dapat merusak hidup mereka. Oleh karena itu, sebaiknya informasi yang seperti itu tidak diikuti, dan ambillah segi positif dari penggunaan internet yang sebenarnya.
DAFTAR PUSTAKA
1.
Tanenbaum,
AS, Computer Networks, Prentise Hall, 1996
2.
Stallings,
W. Data and Computer Communications, Macmillan Publishing Company, 1985.
3.
Stallings,
W. Local Network, Macmillan Publishing Company, 1985.
4.
Nogroho, Yanuar. 1998.
5.
Memilih Dan Menggunakan Komputer.
6.
Jakarta: Puspaswara. Ryer, Jeanne C.
1996.
7.
Buku Saku Kesegaran Dan Kesehatan
Dalam Internet. Jakarta: Gramedia.
8.
Shirky, Clay. 1995. Teknologi
Komputer. Jakarta. Gramedia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar